Blog

Halaman Blog Tentang Yayasan Perguruan sutomo

P2S1 Pidato Bahasa Indonesia

Posted in P2S1 on Jan 13, 2017


Pidato Bahasa Indonesia dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2017

P2S1 Pidato Bahasa Indonesiaclose

Pemenang Pidato Bahasa Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2017:


Juara 1: Christy (XII MIA 01)

Juara 2: Michael Chandra (XII MIA 02)


Juara 3: Rika Permata (XII MIA 05)

P2S1 Scrabble

Posted in P2S1 on Jan 13, 2017


Perlombaan Scrabble yang diadakan pada tanggal 10-11 Januari 2017 telah berhasil melahirkan pemenang medali pertama, Jeff Ivanos Gana kelas XI Mia 01 mendapatkan perolehan unggul dari 72 peserta lainnya. Menyusul di urutan kedua, Wilson Prima kelas XII Mia 02 dan Hubert Halim kelas XII Mia 02 di urutan ketiga dengan perolehan medali perunggu

P2S1 Scrabbleclose

Di ajang Pekan Prestasi Sutomo 1 atau P2S1 yang ke-20 ini, siswa-siswi SMA Sutomo 1 Medan telah bersaing secara ketat demi memperebutkan kemenangan untuk kelasnya masing-masing lho. Perlombaan Scrabble yang diadakan pada tanggal 10-11 Januari 2017 telah berhasil melahirkan pemenang medali pertama, Jeff Ivanos Gana kelas XI Mia 01 mendapatkan perolehan unggul dari 72 peserta lainnya. Menyusul di urutan kedua, Wilson Prima kelas XII Mia 02 dan Hubert Halim kelas XII Mia 02 di urutan ketiga dengan perolehan medali perunggu. Berikut adalah foto-foto yang telah diabadikan Tim Dokumentasi OSIS SMA Sutomo 1 Medan:


Jeff Ivanos Gana


Wilson Prima


Hubert Halim



Foto-Foto Saat Pertandingan


Perhitungan Score oleh Panitia

Jadwal Lomba P2S1

Posted in P2S1 on Jan 13, 2017


Jadwal Perlombangaan Pekan Prestasi Sutomo 1 Medan 2016-2017

Jadwal Lomba P2S1close

Jofiandy Raih Perunggu IOAA di India

Posted in sma sutomo on Jan 01, 2017


SISWA SMA Sutomo 1 Me­dan kembali meng­harum­kan nama Indo­nesia di ajang inter­nasional. Kali ini, Jofiandy Leonata Pra­tama siswa kelas XII MIA 03 berhasil me­raih medali pe­rung­gu pada 10th Inter­na­tional Olympiad As­tro­nomy and As­trophysics (IO­AA) pada 9-19 De­sem­ber di Bhu­banes­war, India. Demikian di­sam­paikan Ke­pala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin didam­pingi Jo­fian­dy di ruang kerja ke­pala sekolah, Jalan Let­kol Martinus Lu­bis Medan, Ra­bu (21/12). Di ajang ini tim nasional Indonesia berhasil meraih 4 medali perunggu dan 1 medali perak. Jofiandy me­ngatakan, ke­ikut­sertaan di ajang internasional tidak terlepas dari ta­hapan seleksi di sekolah untuk mengi­kuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat kota, provinsi dan nasional. Berhasil men­jadi utusan provinsi, dirinya pun meraih medali perunggu pada OSN 2015 di Yogyakarta.

Jofiandy Raih Perunggu IOAA di Indiaclose

Astronomi muda dari 41 negara yang berbeda di dunia baru-baru ini berpartisipasi dalam Olimpiade Internasional di Astronomi dan Astrofisika. Ini adalah kesempatan bagi siswa pra-universitas dari berbagai negara untuk bertemu dan berteman dengan siswa dengan minat yang sama dari seluruh bagian dunia. Dalam IOAA ini, 221 peserta dari 48 tim datang dan menghabiskan 10 hari bersama-sama bersaing dan berinteraksi satu sama lain, dari 09-19 Desember 2016.

India adalah salah satu negara tertua di dunia dengan prasejarah yang akan kembali ke hampir 2 juta tahun. Ini bertempat salah satu awal peradaban skala besar, peradaban Harappa 7000-2000 SM dan sudah tidak tampak lagi. Ini adalah rumah bagi beberapa arsitektur terbaik di dunia dari Taj Mahal ke megah Sun Temple di Konark, dimana peserta untuk Olimpiade dikunjungi.

India juga merupakan demokrasi yang hidup dengan banyak minat dan investasi dalam ilmu murni secara umum dan astronomi pada khususnya. Terlepas dari beberapa teleskop astronomi kelas meter, menjadi tuan rumah terbesar di dunia gelombang meter teleskop dan baru saja meluncurkan keadaan seni multi-panjang gelombang astronomi teleskop. hosting kami dari Olimpiade Internasional ke-10 di Astronomi dan Astrofisika adalah bagian dari tradisi kami terus mendorong siswa muda untuk menghargai dan menikmati kegembiraan ini tertua ilmu murni. Program ini juga menawarkan kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa India di luar peserta melalui program outreach aktif yang terkait dengan acara tersebut.

10 IOAA diselenggarakan di salah satu kota yang paling indah dan kuno Bhubaneswar, yang membanggakan tradisi kaya arsitektur religius, bentuk seni dan masakan. Kota Bhubaneswar, juga merupakan ibukota dari negara bagian Odisha. Lembaga tuan rumah itu Institut Nasional untuk Pendidikan Sains dan Penelitian (NISER). Bagi Anda yang baru untuk acara tersebut, IOAA terdiri dari tiga putaran yaitu tes teori, tes observasi dan tes analisis data, yang jumlah keseluruhan terhadap medali dari siswa yang berpartisipasi. Selain itu, ada juga menjadi kompetisi tim untuk menentukan tim terbaik.

Di India, ada perlombaan untuk tim dan per individu. Masing-masing menun­jukkan kemampuan terbaik. Indonesia patut dibang­gakan karena mampu meraih lima medali, 4 medali perunggu dan 1 perak.

Dia mengaku, salah satu penyebab Indo­nesia tidak meraih medali emas karena kekurangan waktu yang dise­diakan. "Tahun ini ada peraturan baru terkait tipe-tipe soal. Tim Indonesia kurang menduga tipe soalnya panjang sehingga kekurangan waktu. Biasanya hanya 13 soal dan pendek-pendek, satu soal langsung jawab. Tahun ini, ada yang baru. Antara lain, ada tiga tipe soal, satu pendek langsung jawab, ada soal medium dan soal panjang," katanya.

Ketertarikan di bidang astronomi tidak terlepas dari peran abangnya, Joandy Leo­nata Pratama yang sebelumnya sukses di bidang astronomi. Meraih medali emas dan mendapat predikat absolute winner pada ajang IOOA ke-9 di Magelang, Jawa Tengah.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengatakan, prestasi internasional selalu diraih SMA Sutomo Medan. Salah satunya, perhatian yayasan yang begitu besar terhadap pengembangan prestasi peserta didik. Untuk astranomi ada kelas khusus dengan fasilitas yang lengkap seperti teleskop. "Peralatan dan tempat belajar disediakan khusus,” katanya.

Bidang astronomi, selalu sukses meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. Kesuksesan ini tidak terlepas dukungan tiga komponen, sekolah, orangtua dan anak. “Ketiga harus ada. Kalau orangtua mendukung tetapi anak tidak mau juga salah ," katanya.

Tim Sutomo 1 Juara IRO 2016

Posted in sma sutomo on Sep 12, 2016


TIGA siswa SMA Sutomo tergabung pada tim Sutomo 1 INVOKER berhasil menjadi juara I pada Indonesian Robotic Olympiad (IRO) di Surabaya pada 2-3 September 2016.

Tim Sutomo 1 Juara IRO 2016close

TIGA siswa SMA Sutomo tergabung pada tim Sutomo 1 INVOKER berhasil menjadi juara I pada Indonesian Robotic Olympiad (IRO) di Surabaya pada 2-3 September 2016.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1, Ir Khoe Tjok Tjin didampingi ketiga siswa yang membawa harum nama Sutomo, Kevin Putra, Fernando Rusli dan Steven kepada Analisa di Yayasan Perguruan Sutomo 1 Medan, Jalan Kolonel Martinus Lubis Medan, Selasa (6/9).

Tim Sutomo berhasil mengalah tim-tim lain seperti Garuda Kencana dari Bali, REC PB 02S (Jakarta), AEA Robot (Bandung), Sampoerna Discoverer (Medan), REC PB 01S (Jakarta) dan CYBORG LIFE (Surabaya). Nilai yang diraih mencapai 300, sementara lawan-laannya hanya meraih 240 bahkan ada yang 70.

Khoe Tjok Tjin mengapresiasi prestasi anak didiknya yang meraih juara I IRO di Surabaya. Prestasi tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan sekolah. Bahkan, setelah dilakukan perombakan manajemen, ekskul Robotik SMA Sutomo 1 Medan melejit dengan meraih prestasi nasional dua tahun berturut-turut sejak 2015 dan 2016.

Menurutnya, ekskul Robotik sangat diminati anak-anak dan yang mengikuti mencapai dua kelas terdiri dari kelas dasar dan lanjutan. Ke depan, ekskul akan ditingkatkan sampai bisa merancang robot sendiri. Ekskul ini manfaatnya sangat baik untuk masa depan. Apalagi, anak-anak sekarang tidak suka terhadap pekerjaan berat melainkan kerja-kerja yang mengandalkan otak dan berhubungan dengan IT. “Ekskul robot tepat dan siswa menemukan dunia mereka,” katanya.

Kevin Putra bersama Fernando Rusli dan Steven mengatakan, sebelum prestasi nasional. Tim berhasil meraih juara di tingkat regional yakni Sumatera Utara. “Saat itu, ada Robotic Competition For School (RCS) yang diadakan di Mikroskill dan meraih juara I. Dari hasil ini, diikutsertakan pada IRO dan juga berhasil meraih yang terbaik. Rencananya, akan mengikuti kompetisi robotik dunia yang akan diselenggarakan di India,” katanya.

Kevin menceritakan, saat tampil di Medan robot tampil kurang sempurna, tetapi syukur menjadi juara I. Saat di nasional maka dirombak dan robot dibuat lebih canggih sesuai soal-soal yang ada. "Saat kualifikasi pertama di IRO, tim Sutomo 1 INVOKER hanya bisa meraih nilai 190 dari nilai maksimum 340. Bahkan di kualifikasi nilai ada yang buruk. Tetapi, karena juri mengambil nilai maksimal maka kita berhak mengikuti babak final," katanya.

Jelang babak final, katanya ada beberapa menit, tim pun berusaha mencari pangkal permasalahan. Hasilnya ditemukan soal baterai yang terlalu kuat sehingga robot berjalan tergesa-gesa. "Nah, saat final tersebut robot kami letakkan di samping dan baterainya tidak dimatikan tetapi posisi hidup. Di final ada dua ronde, pada ronde pertama langsung dapat nilai 260.Pada ronde kedua diberi waktu 10 menit, di sisa waktu tersebut kita tidak lagi menyetel ternyata nilai bagus mencapai 300," ucapnya.

Kevin menambahkan, ajang IRO 2016 bertema recycling plant (daur ulang) robotnya bertugas mengangkat beban atau benda berwarna dan diletakkan pada warna sama. Selanjutnya di dalam robot sudah ada benda-benda kecil yang harus diletakkan di warna yang sesuai juga. "Di akhir finis, robot kita memiliki dongkrak sehingga robot bisa naik dan scorenya jadi lebih tinggi," kata Kevin yang mengaku menekuni dunia robotik sejak TK.

Siswa SMA Sutomo 1 Harumkan Indonesia

Posted in sma sutomo on Jul 31, 2016


Siswa SMA Sutomo 1 Medan kem­bali mengukir prestasi inter­na­sio­nal dan mengharumkan na­ma Indo­nesia.

Siswa SMA Sutomo 1 Harumkan Indonesiaclose

Siswa SMA Sutomo 1 Medan kem­bali mengukir prestasi inter­na­sio­nal dan mengharumkan na­ma Indo­nesia.

Prestasi kali ini meraih me­dali perunggu pada Olimpiade Biologi Internasional ke 27 di Hanoi, Viet­nam yang digelar 17-24 Juli 2016.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada Analisa di ruang ker­janya, di Jalan Let­kol Martinus Lu­bis No 7 Medan, Kamis (28/7). Dia men­jelas­kan, siswa Sutomo yang meraih prestasi interna­sio­nal yakn­i Andrea Laurentius. Saat ini du­duk di kelas III dan merupa­kan anak yang pintar karena me­mang ma­suk dalam ke­las aksele­rasi. “Saat ini Andrea Laurentius be­lum kembali masih di luar negeri. Tetapi, infor­masi kemena­ngan sudah diberikan ke­pada sekolah,” ucapnya.

Khoe Tjok Tjin mengatakan, Ya­ya­san Perguruan Sutomo sa­ngat ber­syukur dengan prestasi inter­nasional ini dan mem­buk­tikan SMA Sutomo 1 tetap men­ja­di andalan tim na­sional dan se­tiap lomba menjadi perhitu­ngan dunia internasional.

“Keikutsertaan Andrea Lau­ren­­tius ke ajang olimpiade Biologi inter­nasional tidak terlepas dari prestasi ber­jenjang yang dia raih. Awalnya, meraih prestasi ONS tingkat Kota Medan, Provinsi dan pada OSN tahun 2015 di Yogya­karta.

Saat itu, Andrea me­raih medali perunggu. Tetapi saat pem­binaan An­drea me­nun­juk­kan bukti men­jadi terbaik dan men­jadi tim Indo­nesia,” katanya.

Dijelaskannya, Andrea Lau­rien­­tius dipanggil untuk mengi­kuti pembinaan. Mulai dari 16 be­sar, 8 besar sampai menjadi 4 be­sar dan Hasilnya, cu­kup meng­gem­birakan. Mampu membawa harum nama Indonesia.

Sebelumnya, guru biologi SMA Sutomo 1, Arif menga­ta­kan, di SMA Sutomo 1 adalah klub pembinaan OSN. Ada se­ki­tar 60 siswa yang bergabung. “Siswa yang bergabung akan di­ikut­sertakan mengikuti OSN mulai dari tingkat kota, provinsi dan nasional. Mereka pengganti para se­nior yang sudah berprestasi di tingkat internasional,” katanya.

Pembinaan yang dilakukan, awal­nya seminggu sekali dan di­lan­jutnya jika mendekati per­lom­baan dua kali seminggu. “Prestasi Andrea Laurien­tius tidak terlepas sejak duduk di SMP dan terus di­bina sehingga bisa meraih pres­tasi inter­na­sional,” ucap­nya.

OSN di Palembang

Posted in sma sutomo on May 27, 2016


Siswa Yayasan Perguruan Sutomo Medan meraih me­dali emas dan perunggu pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar 15-21 Mei 2016 di Palembang.

OSN di Palembangclose

Siswa Yayasan Perguruan Sutomo Medan meraih me­dali emas dan perunggu pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar 15-21 Mei 2016 di Palembang.

Prestasi ini membuk­ti­kanYayasan Perguruan Su­tomo Medan tidak pernah ke­ha­bisan siswa-siswa yang ber­prestasi sehingga mampu mengharumkan nama seko­lah dan daerah seperti Sumut dan Kota Medan di tingkat nasional bahkan interna­sional.

Kepala SD Sutomo 1 Me­dan, Helen SSi, APt kepada Analisa, Senin (23/5) menga­takan, dua siswanya meraih medali pada OSN 2016. Satu meraih medali emas dan pe­runggu di bidang studi Mate­matika. Peraih emas Hendy Sutono dan medali perunggu Jessy Mazuki.

“Hasil seleksi OSN 2016 untuk SD diumumkan 19 Mei 2016 malam dengan hasil Sumut meraih dua medali, kedua-duanya dari SD Suto­mo 1 Medan,” kata Helen penuh bangga.

Dia mengatakan, sebe­lum­nya pada OSN 2015 di Yogyakarta salah seorang sis­wanya Alvinsen Japutra (SD Sutomo 1 Medan) me­raih medali perak dan meraih medali perak pada IMSO 2015 (1-17 November 2015) di Pathumtahi, Thailand. “Saat ini Alvinsen Japutra diundang mengikuti Odyssey of The Mind di Iowa, Amerika Serikat pada 25-28 Mei 2016.

Sementara Kepala SMP Sutomo 1 Medan, Dra Tania Salim mengatakan, seorang siswanya Jonathan Willianto (siswa VIII-02) meraih me­dali perunggu di OSN tingkat nasional di Palembang, Su­matera Selatan mata pela­jaran IPA.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengatakan, ada 6 siswanya meraih medali pada OSN 2016 di Palembang. Keenam siswanya semuanya meraih medali perunggu yakni Ka­trinia meraih medali perung­gu bidang studi Kebumi­an, Maxmillion Kenny (bidang Geografi), Bella Godiva (bi­dang Fisika), sedangkan bi­dang Fisika Gilber dan Owen Khosashi, sedangkan Dustin Jourdan (bidang astronomi).

Selain prestasi OSN, lanjut Khoe Tjok Tjin siswi Sutomo 1 Medan, Karyn Les­lie meraih best performance pada kompetensi Bahasa Mandarin “Chinese Bridge” tingkat SMA se Dunia ke 19 yang berlangsung 14-15 Mei 2016 di Jakarta.

Khoe Tjok Tjin menam­bahkan, salah satu siswanya Jovanovick Luidaniel lolos pada World School Debate Championship (WSDC) tingkat nasional dan akan bersaing di tingkat inter­nasional di Stuggart,Jerman pada 19-29 Juli 2016.

Peraih medali emas OSN di Palembang untuk tingkat SD bidang studi Matema­tika, Hendy Sutono yang saat ini kelas V/E mengatakan sangat senang meraih pres­tasi ini.

“Senang bisa meraih prestasi nasional ini. Semua tidak terlepas dari bimbingan guru di sekolah,” ujarnya yang me­ngaku saingan terberat dari Jawa Tengah dan DKI Ja­karta.

Rasa Bangga

Rasa bangga juga disam­paikan Jessy Mazuki. Walau meraih perunggu tetapi prestasi nasional ini sangat membanggakan dirinya dan orangtuanya.

Peraih perunggu dari SMP Sutomo 1 Medan, Jonathan Willianto mengaku, prestasi ini yang kedua, sebelumnya dirinya saat SD juga pernah meraih medali pada OSN saat duduk di kelas V.

Diakui, saat OSN saingan terberat yakni dari Jawa Te­ngah dan DKI Jakarta. “Target saya sebenarnya dapat medali perak, tetapi dapat me­dali perunggu pun sudah lu­ma­yan yang terpenting pu­lang bawa medali,” kata­nya.

Jonathan Willianto meng­aku, tidak memiliki cara isti­mewa saat belajar, hanya ra­jin-rajin mengulang khusus­nya mata pelajaran biologi. “IPA lomba terdiri dari Bio­logi dan Fisika. Kalau Fisika saya hanya mengerjakan so­al-soal dari yang ringan sam­pai yang berat. Kalau Biologi saya mengulang-ulang pela­ja­ran,”katanya.

Menurutnya, saat OSN yang terberat di pelajaran Bi­o­logi, panitia mengeluarkan soal-soal terkait lingkungan.

Johanthan Willianto dan Hendy Sutono mengaku cara belajar siswa dari Jawa sangat berbeda dengan di Sumatera khususnya guru.

“Mereka itu diajarkan oleh profesor mau­pun dosen dan guru juga fo­kus pada lomba. Sedangkan kita dari guru. Tetapi, dari guru saja bisa meraih medali, bahkan emas. Apalagi diajari oleh dosen-dosen yang hebat tentunya medali yang diper­oleh akan lebih banyak,” ucap kedua­nya.

Kepala SD Sutomo 1 Me­dan, Helen mengatakan pasti bangga siswa/i yang dikirim Yayasan Perguruan Sutromo menyumbangkan medali dan ke depan akan terus fokus untuk memaksimalkan po­tensi anak didik sehingga ti­dak hanya satu emas tetapi tahun depan lebih banyak me­dali emas.

“Mereka belajar di kelas seperti biasa tetapi ada juga klub sebagian wadah se­hingga anak-anak yang me­miliki minat dan bakat di­asah,” katanya.

Yayasan Perguruan Sutomo Terima Anugerah Integritas

Posted in sma sutomo on Dec 22, 2015


Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud mengubah orientasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jika dulu yang dikejar adalah nilai UAN yang tinggi, maka sekarang ukurannya adalah integritas.

Yayasan Perguruan Sutomo Terima Anugerah Integritasclose

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud mengubah orientasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Jika dulu yang dikejar adalah nilai UAN yang tinggi, maka sekarang ukurannya adalah integritas.

"Kita ubah sekarang yang namanya nama baik itu jadi integritas. Kalau kemarin nama baik itu angka nilai tinggi kan? Sekarang kita bilang, nama baik anda itu integritas," ujar Mendikbud Anies Baswedan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakara Pusat, Senin (21/12).

Pada pagi tersebut sebanyak 503 kepala sekolah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara untuk menerima Anugerah Integritas. Sekolah yang mereka pimpin berhasil mempertahankan indeks integritas ujian nasional (IIUN) selama 5 tahun berturut-turut. Dari 503 tersebut, hanya 7 di antaranya asal Sumatera Utara.

Ketujuh Sekolah asal Sumatera Utara tersebut antara lain SMA Swasta Sutomo 1 Medan, SMA Swasta St.Thomas 1 Medan, SMA Negeri 5 Medan, SMP Swasta Sutomo 1 Medan, SMA Negeri 1 Binjai, SMA Negeri 1 Matauli Pandan Tapteng dan SMA Negeri 2 Balige Tobasa.

Proses penghitungan indeks tersebut dilihat dari kecenderungan jawaban para siswa saat ujian. Jika dalam satu sekolah terdapat banyak siswa yang jawabannya seragam, maka kecenderungan contek-menconteknya tinggi. Ironisnya, beberapa sekolah masih ada yang gurunya membocorkan kunci jawaban kepada murid-muridnya. Semua itu demi sekolahnya mendapat nilai tinggi.

Anies kemudian menunjukkan diagram IIUN. Tampak persentase terbanyak adalah sekolah yang meraih nilai tinggi, tetapi integritasnya rendah. Maka dari itu sekarang, sekolah yang integritasnya tinggi itu dipasangi plang bertuliskan Sekolah Berintegritas. Jadi masyarakat bisa tahu sekolah mana yang jujur dan mana yang sebaliknya, tutur Anies.

Dia kemudian bercerita ketika bertemu orangtua murid yang protes dengan ujian berbasis komputer (computer based test/CBT). Mereka protes karena metode CBT membuat siswa sulit mencontek atau pun bekerja sama. "Lalu saya tanya balik, jadi anda lebih senang jika nilai anak anda tinggi, tapi tidak jujur? Mau kalau nanti saat dewasa anak anda ditangkap KPK karena tak jujur sejak sekarang?, lalu mereka diam," kata Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga menjelaskan detail temuan indeks tersebut kepada Presiden Jokowi. Ke depannya, bisa saja ada sanksi kepada sekolah yang membiarkan siswanya tak jujur dalam ujian. "Kalau dulu, orang mau melapor ketidakjujuran itu takut ada apa apa. Sekarang kita balik, jadi negara yang melaporkan ketidakjujuran kepada publik," ungkap dia.

Dalam sambutannya, Presiden RI mengharapkan anak-anak dapat menghargai usahanya sendiri dalam meraih prestasi. "Jadikan sekolah sebagai arena terbaik untuk pendidikan karakter, serta jadikan sekolah sebagai zona jujur," pinta Jokowi.

Presiden menegaskan perlunya sekolah kembali mengajarkan nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai etika, nilai budi pekerti, nilai kejujuran, nilai moralitas, nilai kepantasan, dan nilai kepatutan jika kita ingin menjadi negara yang besar dan bermartabat.

"Melalui pendidikan yang diberikan bapak/ibu guru kepada anak-anak kita, walau hasilnya baru terasa sepuluh tahun kemudian, saya memberikan apresiasi, bapak ibu kepala sekolah telah menjadi contoh di tengah langkanya nilai-nilai integritas dan kejujuran," beber Jokowi.

Penyerahan Anugerah Integritas tersebut secara simbolis oleh Anies Baswedan dengan disaksikan Presiden Joko Widodo kepada 15 kepala sekolah se Indonesia, dan salah satu yang mewakili Sumatera Utara adalah Kepala SMA Sutomo 1 Medan Ir.Kho Tjok Tjin.

Siswa Sutomo I Juara Presenter Competition

Posted in sma sutomo on Nov 17, 2015


Evelyn Sjafii, siswi SMA Sutomo 1 Medan dan Fanny, siswi SMA Wiyata Dharma masing-masing berhak tampil sebagai juara kategori bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Lions News Presenter Competition 2015 yang dise­lenggarakan Komite Youth Lions Clubs Distrik 307A2 dengan dukungan 16 Lions Clubs, dan dilaksanakan sejak Sabtu (31/10) dan berakhir Minggu , (1/11) di Atrium Cambridge City Square Medan.

Siswa Sutomo I Juara Presenter Competitionclose

Evelyn Sjafii, siswi SMA Sutomo 1 Medan dan Fanny, siswi SMA Wiyata Dharma masing-masing berhak tampil sebagai juara kategori bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Lions News Presenter Competition 2015 yang dise­lenggarakan Komite Youth Lions Clubs Distrik 307A2 dengan dukungan 16 Lions Clubs, dan dilaksanakan sejak Sabtu (31/10) dan berakhir Minggu , (1/11) di Atrium Cambridge City Square Medan.

Lomba membaca berita antar siswa SMA ini, merupakan salah satu kegiatan Lions Clubs di bidang remaja yang setiap tahun mendapat respon positif dari para pelajar. Mereka yang memiliki bakat dan keahlian serta cita-cita menjadi seorang pembaca berita di TV, dapat berekspresi dengan menjadi bagian dari peserta.

Saat lomba, mereka dishooting kamera dan ditayangkan langsung melalui TV yang langsung menjadi bahan penilaian pa­­ra juri.

Ketua Komite Youth Yanno,ST didam­pingi Ketua Panitia Eric Cardana serta Wakil Sekab Distrik Herman Liu yang sebagai Koordinator Event ini menyam­paikan, terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengirim para siswa terbaiknya untuk ikut pada kegiatan tersebut.

Semua peserta berkompetisi dangan baik, mulai dari penyisihan hingga final. Kualitas peserta kali ini, dinilai cukup meningkat dan juga mendapat perhatian yang ramai dari para suporter masing-masing ataupun pengunjung mall.

Gubernur Distrik 307A2 Hasan Guna­wan yang memberikan sambutan pada acara sesi penyerahan hadiah kepada pemenang, mengharapkan para pemenang ataupun para peserta dari kegiatan ini nantinya akan ada yang berhasil menjadi seorang presenter yang sukses. Dan hal ini diyakini, bisa terwujud setelah melihat kualitas para peserta yang semuanya di nilai baik.

Ketua Dewan Gubernur Lions Clubs MD 307 Tarman Hartono,SE.MM yang hadir menyaksikan jalannya final kedua bahasa tersebut menyebutkan, dirinya sungguh tertarik dengan program ini. Karena melalui kegiatan tersebut, Lions Clubs telah menghadirkan suatu ajang untuk para remaja berkreasi dan berkarya. Dan bobot pelaksanaan kali ini dinilai luar biasa karena para juri yang menilai semuanya merupakan sosok yang cukup teruji sebagai penguji.

Ke-16 Lions Clubs yang turut men­dukung kegiatan ini antara lain LC Medan Seruni, Medan Royal Sumatera, Medan Royal Family, Medan Fortune, Medan Fortune Universal, Medan Ang­kasa, Medan Host, Medan Angsapura, Medan Angsa­pura Jaya, Medan Kesawan, Medan Unity, Medan Lestari, Medan Graha Helvetia, Medan Uni Utama, Medan Merdeka dan Binjai Sejati. Kemudian para juri, di antaranya kategori bahasa Indonesia: Wanasari (TV one), Puji Santoso (Media Indonesia), Ferry Irawan (Kompas TV) dan Agus Suprat­man (Trans TV). Untuk juri bahasa Ingg­ris antara lain: Budisyahdewa, Jenny, Ubahary Kenty serta Dr.Ir.Martono Anggusti,SH,MM,M.Hum. Turut hadir para pengurus Lions Clubs tingkat Distrik antara lain Wakil Gubernur 2 Henry Amianco Thee, Sekretaris Kabinet Dar­sen Song, Ketua Wilayah Irwan Teng­gara, Hadi Rusmin beserta para Ketua Daerah, Ketua Komite dan para Preisden Clubs lainnya

Siswa Sutomo Raih Absolute Winner

Posted in sma sutomo on Aug 10, 2015


Ini baru pertama sekali bagi Indonesia untuk cabang Astronomi. Siswa Sutomo 1 Medan mampu meraih peridakat absolute winner. Saya mendapat telepon langsung dari President of IOOA, Dr. Chatief Kunjaya atas prestasi ini semalam,” ucap Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis

Siswa Sutomo Raih Absolute Winnerclose

ni baru pertama sekali bagi Indonesia untuk cabang Astronomi. Siswa Sutomo 1 Medan mampu meraih peridakat absolute winner. Saya mendapat telepon langsung dari President of IOOA, Dr. Chatief Kunjaya atas prestasi ini semalam,” ucap Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis, Rabu (5/8). Dia menjelaskan, Joandy Leonata Pratama siswa yang berprestasi dan mendapat tiga posisi juara sekaligus. Medali emas dengan rangking tertinggi dari total 11 orang, kemudian menyabet Best Observation dan Absolute Winner. Joandy Leonata Pratama mengaku sangat berhagia mendapatkan tiga posisi juara sekaligus. Medali emas, best observation dan absolute winner. Dia menambahkan, ada empat jenis pertandingan dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika 2015 yakni tes observasi, tes teori, analisis data dan kompetisi tim. “Untuk pengamatan, kita lakukan di Candi Borobudur pada malam hari,” ucap remaja yang suka membaca buku-buku dan ingin kuliah di jurusan technical material Nanyang Technology University, Singapura. Sebelumnya, prestasi yang diraih yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 dan IOOA tahun 2014 di Rumania meraih medali perunggu. Sementara Brian Yaputra kali ini meraih medali perak. Dia mengaku sangat senang atas prestasi ini sehingga mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Dia mengaku senang dapat bertemu dan berkumpul dengan peserta dari negara lain, Brian Yaputra mengaku ingin melanjutkan kuliah di Jepang dengan konsetrasi Teknik Sipil. “Saya ingin kuliah di Jepang. Kuliah di luar negeri itu menyenangkan, bisa bertemu banyak teman dan tentunya lebih mandiri dan tantangan lebih besar,” katanya.

Dibawa Senang

Joandy menceritakan metode belajar sehingga bisa membawanya menjadi yang terbaik pada IOOA kali ini. “Saya kalau belajar tidak terlalu dipaksakan karena orangnya cepat bosan. Ya semua dibawa senang,”katanya. Menghadapi IOOA kemarin, lanjutnya dirinya terpaksa harus belajar di sekolah malam hari untuk melakukan pengataman bahkan agar hasilnya bagus, terkadang dia melakukan pengamanan di rumahnya. “Ya permintaan dari pembimbing kita harus melakukan pengamatan di rumah,”ucapnya. Terkait persiapan, katanya memang pihak sekolah memfasilitasi anak didik. Makanya, agar teleskopnya bisa ke rumah. Akhirnya, disiapkan teleskop yang kecil. “Pokoknya segala fasilitas disiapkan sekolah,” katanya.

Diakui, segala persiapan kini terus dilakukan agar anak didik Sutomo 1 Medan tetap mempertahankan prestasi ini. Langkah yang dilakukan yakni merekrut dan melatih anak didik. “Dari semua itu, tentunya tetap dikembalikan kepada anak didik. Jika mereka sudah suka dan melakukan persiapan dengan baik di sekolah dan di rumah tentunya prestasi akan tetap bisa dipertahankan dan lebih baik,” katanya.