Blog

Halaman Blog Tentang Yayasan Perguruan sutomo

Siswa Sutomo I Juara Presenter Competition

Posted in sma sutomo on Nov 17, 2015


Evelyn Sjafii, siswi SMA Sutomo 1 Medan dan Fanny, siswi SMA Wiyata Dharma masing-masing berhak tampil sebagai juara kategori bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Lions News Presenter Competition 2015 yang dise­lenggarakan Komite Youth Lions Clubs Distrik 307A2 dengan dukungan 16 Lions Clubs, dan dilaksanakan sejak Sabtu (31/10) dan berakhir Minggu , (1/11) di Atrium Cambridge City Square Medan.

Siswa Sutomo I Juara Presenter Competitionclose

Evelyn Sjafii, siswi SMA Sutomo 1 Medan dan Fanny, siswi SMA Wiyata Dharma masing-masing berhak tampil sebagai juara kategori bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada Lions News Presenter Competition 2015 yang dise­lenggarakan Komite Youth Lions Clubs Distrik 307A2 dengan dukungan 16 Lions Clubs, dan dilaksanakan sejak Sabtu (31/10) dan berakhir Minggu , (1/11) di Atrium Cambridge City Square Medan.

Lomba membaca berita antar siswa SMA ini, merupakan salah satu kegiatan Lions Clubs di bidang remaja yang setiap tahun mendapat respon positif dari para pelajar. Mereka yang memiliki bakat dan keahlian serta cita-cita menjadi seorang pembaca berita di TV, dapat berekspresi dengan menjadi bagian dari peserta.

Saat lomba, mereka dishooting kamera dan ditayangkan langsung melalui TV yang langsung menjadi bahan penilaian pa­­ra juri.

Ketua Komite Youth Yanno,ST didam­pingi Ketua Panitia Eric Cardana serta Wakil Sekab Distrik Herman Liu yang sebagai Koordinator Event ini menyam­paikan, terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengirim para siswa terbaiknya untuk ikut pada kegiatan tersebut.

Semua peserta berkompetisi dangan baik, mulai dari penyisihan hingga final. Kualitas peserta kali ini, dinilai cukup meningkat dan juga mendapat perhatian yang ramai dari para suporter masing-masing ataupun pengunjung mall.

Gubernur Distrik 307A2 Hasan Guna­wan yang memberikan sambutan pada acara sesi penyerahan hadiah kepada pemenang, mengharapkan para pemenang ataupun para peserta dari kegiatan ini nantinya akan ada yang berhasil menjadi seorang presenter yang sukses. Dan hal ini diyakini, bisa terwujud setelah melihat kualitas para peserta yang semuanya di nilai baik.

Ketua Dewan Gubernur Lions Clubs MD 307 Tarman Hartono,SE.MM yang hadir menyaksikan jalannya final kedua bahasa tersebut menyebutkan, dirinya sungguh tertarik dengan program ini. Karena melalui kegiatan tersebut, Lions Clubs telah menghadirkan suatu ajang untuk para remaja berkreasi dan berkarya. Dan bobot pelaksanaan kali ini dinilai luar biasa karena para juri yang menilai semuanya merupakan sosok yang cukup teruji sebagai penguji.

Ke-16 Lions Clubs yang turut men­dukung kegiatan ini antara lain LC Medan Seruni, Medan Royal Sumatera, Medan Royal Family, Medan Fortune, Medan Fortune Universal, Medan Ang­kasa, Medan Host, Medan Angsapura, Medan Angsa­pura Jaya, Medan Kesawan, Medan Unity, Medan Lestari, Medan Graha Helvetia, Medan Uni Utama, Medan Merdeka dan Binjai Sejati. Kemudian para juri, di antaranya kategori bahasa Indonesia: Wanasari (TV one), Puji Santoso (Media Indonesia), Ferry Irawan (Kompas TV) dan Agus Suprat­man (Trans TV). Untuk juri bahasa Ingg­ris antara lain: Budisyahdewa, Jenny, Ubahary Kenty serta Dr.Ir.Martono Anggusti,SH,MM,M.Hum. Turut hadir para pengurus Lions Clubs tingkat Distrik antara lain Wakil Gubernur 2 Henry Amianco Thee, Sekretaris Kabinet Dar­sen Song, Ketua Wilayah Irwan Teng­gara, Hadi Rusmin beserta para Ketua Daerah, Ketua Komite dan para Preisden Clubs lainnya

Siswa Sutomo Raih Absolute Winner

Posted in sma sutomo on Aug 10, 2015


Ini baru pertama sekali bagi Indonesia untuk cabang Astronomi. Siswa Sutomo 1 Medan mampu meraih peridakat absolute winner. Saya mendapat telepon langsung dari President of IOOA, Dr. Chatief Kunjaya atas prestasi ini semalam,” ucap Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis

Siswa Sutomo Raih Absolute Winnerclose

ni baru pertama sekali bagi Indonesia untuk cabang Astronomi. Siswa Sutomo 1 Medan mampu meraih peridakat absolute winner. Saya mendapat telepon langsung dari President of IOOA, Dr. Chatief Kunjaya atas prestasi ini semalam,” ucap Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis, Rabu (5/8). Dia menjelaskan, Joandy Leonata Pratama siswa yang berprestasi dan mendapat tiga posisi juara sekaligus. Medali emas dengan rangking tertinggi dari total 11 orang, kemudian menyabet Best Observation dan Absolute Winner. Joandy Leonata Pratama mengaku sangat berhagia mendapatkan tiga posisi juara sekaligus. Medali emas, best observation dan absolute winner. Dia menambahkan, ada empat jenis pertandingan dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika 2015 yakni tes observasi, tes teori, analisis data dan kompetisi tim. “Untuk pengamatan, kita lakukan di Candi Borobudur pada malam hari,” ucap remaja yang suka membaca buku-buku dan ingin kuliah di jurusan technical material Nanyang Technology University, Singapura. Sebelumnya, prestasi yang diraih yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 dan IOOA tahun 2014 di Rumania meraih medali perunggu. Sementara Brian Yaputra kali ini meraih medali perak. Dia mengaku sangat senang atas prestasi ini sehingga mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Dia mengaku senang dapat bertemu dan berkumpul dengan peserta dari negara lain, Brian Yaputra mengaku ingin melanjutkan kuliah di Jepang dengan konsetrasi Teknik Sipil. “Saya ingin kuliah di Jepang. Kuliah di luar negeri itu menyenangkan, bisa bertemu banyak teman dan tentunya lebih mandiri dan tantangan lebih besar,” katanya.

Dibawa Senang

Joandy menceritakan metode belajar sehingga bisa membawanya menjadi yang terbaik pada IOOA kali ini. “Saya kalau belajar tidak terlalu dipaksakan karena orangnya cepat bosan. Ya semua dibawa senang,”katanya. Menghadapi IOOA kemarin, lanjutnya dirinya terpaksa harus belajar di sekolah malam hari untuk melakukan pengataman bahkan agar hasilnya bagus, terkadang dia melakukan pengamanan di rumahnya. “Ya permintaan dari pembimbing kita harus melakukan pengamatan di rumah,”ucapnya. Terkait persiapan, katanya memang pihak sekolah memfasilitasi anak didik. Makanya, agar teleskopnya bisa ke rumah. Akhirnya, disiapkan teleskop yang kecil. “Pokoknya segala fasilitas disiapkan sekolah,” katanya.

Diakui, segala persiapan kini terus dilakukan agar anak didik Sutomo 1 Medan tetap mempertahankan prestasi ini. Langkah yang dilakukan yakni merekrut dan melatih anak didik. “Dari semua itu, tentunya tetap dikembalikan kepada anak didik. Jika mereka sudah suka dan melakukan persiapan dengan baik di sekolah dan di rumah tentunya prestasi akan tetap bisa dipertahankan dan lebih baik,” katanya.

Sutomo Meraih Medali Perunggu di International Physic Olimpiad (IPhO) ke 46 Mumbai, India

Posted in sma sutomo on Jul 24, 2015


Prestasi internasional kembali diraih siswa SMA Sutomo 1 Medan. Kali ini Jaswin, siswa kelas XII IPA meraih medali perunggu pada ajang International Physic Olimpiad (IPhO) ke 46 yang berlangsung di Mumbai, India sejak 5-12 Juli 2015.

Sutomo Meraih Medali Perunggu di International Physic Olimpiad (IPhO) ke 46 Mumbai, Indiaclose

Prestasi internasional kembali diraih siswa SMA Sutomo 1 Medan. Kali ini Jaswin, siswa kelas XII IPA meraih medali perunggu pada ajang International Physic Olimpiad (IPhO) ke 46 yang berlangsung di Mumbai, India sejak 5-12 Juli 2015.

Jaswin saat ditemui di sekolah didampingi Kepala SMA Sutomo1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin, Jumat (24/7) begitu bergembira. Prestasi internasional yang diraih kali ini merupakan prestasi keduanya.

Sebelumnya saat dirinya masih SD pernah meraih medali perak pada ajang International Mathematics and Science Olimpyc (IMSO) yang kebetulan ketika itu Indonesia menjadi tuan rumah.

Jaswin anak kedua dari Sulung Efendi dan Suraty Supandi mengaku mengikuti ajang internasional merupakan keinginan sejak kecil. “Senang, bisa bertemu dengan teman-teman dari seluruh dunia,” ucapnya.

Dirinya mengaku prestasi ini memang belum membuat dirinya terlalu puas, karena keinginannya adalah medali emas. Tetapi, medali perunggu juga menjadi sesuatu yang harus disyukuri. Makanya, remaja kelahiran 3 Desember 1998 ini akan mencobanya sekali lagi pada tahun depan.

Diakuinya, seleksi untuk bisa ikut di ajang IPhO memang tidak mudah, mulai dari seleksi kota pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota, provinsi hingga meraih medali emas pada OSN tahun 2013. Selanjutnya, mengikuti pelatihan nasional. “Dari puluhan peserta akhirnya menjadi lima peserta. Saya termasuk utusan Sumut khususnya kota Medan yang mewakili Indonesia. Keempat teman saya dari Menado, Surabaya dan dua dari Jakarta. Hasilnya, kami meraih 3 perak dan dua perunggu. Semua utusan Indonesia meraih medali dan juara umumnya Korea Selatan,” ceritanya.

Terus Dipersiapkan

Sementara Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengaku senang siswanya kembali meraih prestasi internasional. Dalam waktu dekat, dua siswanya Joandy Lenata Pratama dan Brian Yaputra juga senang bertarung di International Olympiad of Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2015 pada 26 Juli-4 Agustus 2015. “Doakan ya, kedua siswa saya bisa menyumbangkan yang terbaik buat Indonesia. Tahun ini IOAA ke 9 Indonesia sebagai tuan rumah dan dilaksanakan di Jawa Tengah,” ucapnya.

Dia mengaku, prestasi internasional merupakan kebanggaan buat sekolah. Tetapi, juga kerja berat, makanya sebagai kepala sekolah tidak boleh hanya diam dan menunggu. Berbagai persiapan terus dilakukan. Mulai mencari bibit, melatih, dan mengikutkan ke berbagai ajang perlombaan. “Mulai dari kelas I kita sudah lihat potensi-potensi anak-anak. Kelas II mereka ikut beragam perlombaan. Di kelas III nantinya kita bisa melihat prestasi-prestasi mereka. Ini terus kita persiapkan,” ucapnya.

Pekan Prestasi Sutomo 1 Medan Meriah

Posted in sma sutomo on Mar 01, 2015


Pekan Prestasi Sutomo 1 Medan sekaligus acara perayaan ulang tahun ke 18 Perguruan Sutomo Medan berlangsung meriah di halaman sekolah, Jalan Letkol Martinus Lubis, Rabu (25/2).

Pekan Prestasi Sutomo 1 Medan Meriahclose

Pekan Prestasi Sutomo 1 Medan sekaligus acara perayaan ulang tahun ke 18 Perguruan Sutomo Medan berlangsung meriah di halaman sekolah, Jalan Letkol Martinus Lubis, Rabu (25/2).

Acara yang didisain OSIS SMA Sutomo 1 Medan tersebut menampilkan atraksi dari mulai TK, SD, SMP dan SMA Sutomo 1 maupun Sutomo 2.

Selain atraksi, pada puncak acara diserahkan sejumlah penghargaan dan kepada guru, pelatih, karyawan yang telah mengabdi, siswa berprestasi internasional dan nasional serta juara kelas dan juara perlombaan.

Penampilan atraksi mulai dari seni vokal, tari-tarian daerah dan vokal group. Semua penampilan mendapat aplaus meriah dari undangan dan siswa yang menyaksikan.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin mengatakan, Pekan Prestasi Sutomo 1 diselenggarakan setiap tahun dan sudah menjadi agenda rutin yang bertujuan menjalin kerjasama dan membangun sikap sportif para siswa untuk mencapai prestasi yang tinggi di semua lini kehidupan, baik akademik, seni, olahraga, dan kreativitas lain.

“Setiap siswa, setiap kelas, setiap tingkatan berlomba-lomba dan berusaha keras mencapai prestasi untuk menjadi yang terbaik dalam setiap persaingan sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi individu, kelompok maupun kelasnya,” katanya.

Menurutnya, di bidang akademik dan ilmu pengetahuan patut dibanggakan karena prestasi siswa-siswi Sutomo telah mengharumkan nama sekolah, membanggakan kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, bahkan sanggup mengibarkan panji-panji merah putih di kancah internasional.

Untuk itu, lanjut Khoe Tjok Tjin sudah selayaknya sekolah memberikan apresiasi terhadap siswa-siswi berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

“Dari yang menyabut predikat A dalam pelajaran di sekolah, yang meraih medali olimpiade tingkat nasional, sampai dengan yang membanggakan Indonesia di tingkat dunia.

Dengan ucapan, selamat sukses, dunia dalam genggamanmu, dan terimakasih,” katanya.

Medali Emas

Di menambahkan, Yayasan Perguruan Sutomo juga memberikan penghargaan kepada guru dan pegawai yang dengan setia selama 15, 25 dan 35 tahun mengabdikan diri dan pikirannya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Berdasarkan data, wakasek, staf, guru, pelatih dan karyawan yang mendapat medali emas tahun 2014-2015 ada 40 orang. Tiga di antaranya sudah mengabdi sejak 1979 yakni Netty Nyomin (Guru SD Sutomo 1), Yuliena AK (Guru SMP) dan W Stephen Lowing (Pelatih Korsik SMP/SMA Sutomo 1 Medan).

Sekolah sekolah juga memberikan beasiswa dan penghargaan kepada siswa yang berprestasi tingkat dunia, dan nasional. Antara lain, Tracy Charles (SD Sutomo 1) meraih 4 prestasi tingkat dunia pad event 9th International Mathematics Contest (IMC) 2013 di Singapura, 10th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2013 di Philipina, The International Mathematics Contest (The Clock-Tower School) 2014 di Ramnicu Valcea, Rumania, dan Korea International Mathemathics Competition 2014 di Korea.

Catherine Carles (SD Sutomo 1) meraih perunggu pada 9th International Mathematics Contest (IMC) 2013 di Singapura, Jonathan Willianto (SD Sutomo 1) meraih perah pada 10th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2013 di Philipina, Wilsen Chandra Putra (SD Sutomo 1) meraih emas pada 11th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2014 di Bali, Bella Godiva (SMP Sutomo 1), meraih perak pada 10th International Junior Science Olympiad (IJSO) 2013 di India, Edward Marco Moktar (SMP Sutomo 1) dan Hubert Halim (SMP Sutomo 1) juara III World Robot Olympiad (WRO) 2013 di Jakarta, Joandy Leonata Pratama (SMA Sutomo 1), meriah perunggu pada 8th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2014 di Rumania.

Selain itu, diserahkan prestasi nasional Olimpiade Saisn Nasional (OSN) tahun pelajaran 2013/2014 dan 2014/2015. Pada OSN 2013 di Bandung siswa Sutomo 1 Medan yang meraih prestasi Joandy Leonata Pratama (emas) bidang Astronomi, Bram Azali (perunggu) bidang kebumian, Fannie Tesiana (emas) bidang Kimia dan perunggu bidang Fisika, Jaswin (emas) bidang Fisika dan Dewi Sartika (perunggu ) bidang biologi.

Pada ONS 2014 di Mataram, siswa SMA Sutomo 1 Medan, Toby Rufeo (perunggu) bidang Astronomi, Prabowo (perak) bidang komputer), Brian Yaputra (perunggu) bidang astronomi, Ryan Eka Cahaya (perunggu) bidang Fisika dan dia meraih peringkat 1 Kontes Literasi Matematika untuk SMP/MTs tingkat nasioanl 2014 di Yogyakarta. Juni Fransisca Onggani Winata SD Sutomo 1 (perunggu) bidang IPA pada OSN 2014 di Bali, dan Valentino Iverson (SD Sutomo 1) meraih perunggu bidang Matematika pada OSN di Bali.

Awak Kapal USS Rodney M Davis ke Sutomo

Posted in sma sutomo on Dec 05, 2014


Awak kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Rodney M. Davis menyinggahi perairan Belawan selama 5 hari dan sejumlah awak kapalnya mengunjungi Yayasan Perguruan Sutomo 1 Medan di Jalan Letkol Martinus Lubis No 7 Medan, baru-baru.

Awak Kapal USS Rodney M Davis ke Sutomoclose

Awak kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Rodney M. Davis menyinggahi perairan Belawan selama 5 hari dan sejumlah awak kapalnya mengunjungi Yayasan Perguruan Sutomo 1 Medan di Jalan Letkol Martinus Lubis No 7 Medan, baru-baru. Kunjungan ini diterima Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin dan sejumlah guru. Ikut mendampingi rombongan awak kapal USS Rodney M Davis dipimpin Rosabella Purnama dari US Embassy-Jakarta.

Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin mengatakan kedatangan para awal kapal USS Rodney M Davis ke Sutomo dalam rangka diskusi. Para awak kapal menceritakan kehidupan mereka selama di atas kapal dan perasaan meninggal keluarga. Sementara mereka juga mendengar langsung cerita terkait kehidupan, budaya dan sejumlah tempat-tempat menarik di Kota Medan.

“Siswa begitu antusias bertanya kepada para awak kapal. Sebaliknya, awak kapal sangat ingin sharing dan berdiskusi dengan para siswa Sutomo yang begitu fasih dalam berbahasa Inggris,” kata Khoe Tjok Tjin.

Usai diskusi, para awak kapal memberikan cinderamata kepada lima siswa yang bertanya. Kedatangan awak kapal mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian dan mendapat sambutan antusias dari siswa Sutomo

Dominasi Pewushu Sumut Berlanjut

Posted in sma sutomo on Dec 01, 2014


CIUM MEDALI: Tujuh atlet wushu yunior Sumut peraih medali emas yakni Nicholas, Medeline Wijaya, Audi Aurelius Martan, Felix Angka, Handry Horatius, Cynthia Cuaca dan Alexandra Dwi Putri mencium medali emas mereka usai pertandingan hari kedua Kejurnas Wushu 2014 di Regale Convention Center Medan

Dominasi Pewushu Sumut Berlanjutclose

CIUM MEDALI: Tujuh atlet wushu yunior Sumut peraih medali emas yakni Nicholas, Medeline Wijaya, Audi Aurelius Martan, Felix Angka, Handry Horatius, Cynthia Cuaca dan Alexandra Dwi Putri mencium medali emas mereka usai pertandingan hari kedua Kejurnas Wushu 2014 di Regale Convention Center Medan

Dominasi para pewushu taolu Sumut berlanjut di pertandingan hari kedua Kejurnas Wushu Yunior Senior 2014 di Regale International Convention Center, Medan, Kamis (9/10).

Bertanding di hadapan Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma dan Bapak Wushu Indonesia IGK Manila, kontingen tuan rumah pada pertandingan kemarin berhasil menambah 8 emas, 5 perak dan 2 perunggu.

Dari jumlah medali tersebut, 7 emas 2 perak dan 1 perunggu didapat dari kelompok yunior, sementara 1 medali emas, 3 perak dan 1 perunggu dari para atlet senior.

Seperti pada lomba hari pertama, di pertandingan hari kedua Kamis kemarin Aldi Lukman kembali mengawali perolehan medali Sumut. Tampil di nomor changquan senior putra ia merebut medali emas setelah mendapat nilai 9.54 . Medali perak di nomor ini direbut sesama atlet Sumut, Charles Sutanto dengan nilai 9.52, dan medali perunggu diraih Arief Wiyarta Prakarsa dari Jateng nilai 9.26.

Medali emas lainnya direbut melalui Cynthia Cuaca yang turun di nomor Taijijian Yunior A putri dengan nilai 8.66. Medali perak menjadi milik atlet Jabar, Frita Sinatra (8.60) dan perunggu diraih Florentina Novitasari (Jatim) 8.30.

Handry Horatius yang turun Nangun Yunior A putra juga menambah koleksi medali emas Sumut setelah mengemas nilai 9.05. Medali perak diraih atlet Jabar, Nicolas Adriel Limas dengan nilai 8.87 dan perunggu direbut I Ketut Adi Putra Adnyana (8.86).

Pewushu Sumut lainnya Gavin Aldrin tidak ketinggalan menambah pundi medali emas Sumut setelah ia menjadi yang terbaik di nomor Naquan Yunior C putra dengan nilai 8.47.

Medali perak nomor ini diraih atlet Riau, Juliandy nilai 8.45, dan perunggu diraih Stephen Vin Wiratma (Jabar) nilai 8.42.

Felix Angka yang bertanding di nomor nangun junior B putra menambah pundi-pundi medali emas Sumut dengan nilai 9.00. Medali miliknya Nicholas Adrian Raharjo (Jateng ) nilai 8.82 dan perunggu Hizkia Tegar Pradana (Jabar) nilai 8.81.

Perlombaan pada nomor Nangun junior B putri menjadi milik atlet Sumut,

Alexandra Dwi Putri. Nilai 8.80 yang dikumpulkannya mengantarkan meraih medali emas. Medali perak pada nomor ini direbut atlet DIY, Angela Louise Radetya dengan nilai 8.77. Sedangkan medali perunggu diraih L Dianika Winanda dari DKI, dengan nilai 8.68.

Andalan Sumut pada nomor taijijian junior B putra, Audi Aurelius Martan juga mampu meraih medali emas setelah mengemas nilai 8.61.

Medali perak pada nomor ini direbut Dharajatya Tri P dari DIY dengan nilai 8.58. Sedangkan medali perunggu diraih Matthew Jordan S dari Jatim dengan nilai 8.56.

Mideline Wijaya melengkapi dominasi kontingen Sumut. Nilai 8.69 yang dikumpulkannya ketika bertanding pada nomor taijijian junior B putri mampu meraih medali emas. Medali perak nomor ini diraih Lisa Gunawan dari Jatim dengan nilai 8.66, dan perunggu menjadi milik atlet Sumut lainnya, Rizky Fachrina Sari dengan nilai 8.63.

Empat Siswa Sutomo 1 Raih Medali di OSN

Posted in sma sutomo on Sep 09, 2014


Empat siswa SMA Sutomo 1 Medan meraih medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2014 di Mataram-Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempat siswa Sutomo meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.

Empat Siswa Sutomo 1 Raih Medali di OSNclose

Empat siswa SMA Sutomo 1 Medan meraih medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2014 di Mataram-Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempat siswa Sutomo meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.

Demikian disampaikan Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir. Khoe Tjok Tjin kepada wartawan di kantornya, Jalan Letkol Martinus Lubis Medan, Senin (8/9).

Khoe Tjok Tjin mengatakan, keempat siswa yang memperoleh medali yakni, Toby Rufeo meraih medali emas kategori Astronomi, Prabowo meraih medali perak kategori Komputer dan Ryan Eka Cahaya meraih medali perunggu kategori Fisika dan Brian Yaputra meraih medali perunggu kategori astronomi. Toby Rufeo mengaku persaingan sangat berat pada OSN di Mataram yang diglar 1-7 September 2014. Menurutnya, siswa-siswi dari Pulau Jawa memang sangat luar biasa dari segi kemampuan dan kecerdasan. “Dengan memperoleh medali pada OSN di Mataram ini membuktikan bahwa tradisi medali emas oleh siswa-siswi Sutomo 1 tidak pernah lepas,” katanya.

Dia mengaku saat lomba ada ujian teori, pengolahan data dan observasi. Tetapi saat observasi terkendala cuaca terpaksa ujian dialihkan dengan menggunakan peralatan teleskop. “Juri melihat bagaimana kita menggunakan teleskop. Untung saja, kita sering latihan dan di sekolah ada alatnya jadi tidak canggung. Kita latihan melihat bulan di sekolah malam hari sampai pukul 23.00 WIB,” katanya.

Toby berharap dengan merolehan medali ini dia dapat mengikuti olimpiade astronomi tingkat internasional yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2015 dan menargetkan bisa menyumbangkan medali emas.

Sementara Prabowo yang ikut kategori komputer juga mengakui persaingan sangat berat. Pada ajang OSN ada empat soal yang semuanya tentang program dan diharapkan ada produk yang bisa dihasilkan. “Di kategori komputer nilai kita bisa langsung dilihat. Syukur dapat medali perak. Kita akan giat berlatih sehingga bisa ikut seleksi untuk ajang lebih tinggi di tingkat internasional,” katanya.

Sementara Ryan Eka Cahaya yang merupakan siswa dari kelas akselerasi mengakui OSN kali ini memang cukup berat persaingan. Tetapi dirinya bersyukur bisa menyumbangkan medali bagi Sumatera Utara. Dirinya bersama teman-teman dari Sutomo yang mengikuti pembekalan oleh Dinas Pendidikan Sumatera Utara di Medan. Dia mengaku sangat bersyukur dengan materi saat pembekalan ternyata sangat efektif dengan diberi soal setiap hari empat. Bahkan, ada soal-soal baru yang tidak ada dalam belajar sehingga sangat membantu saat bertanding di Mataram.

Lapor ke Diknas

Sementara Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin mengaku sangat bangga dengan hasil tersebut. Meskipun ada sedikit penurunan perolehan medali tetapi diakui semua fleksibel dan memang persaingan sangat berat.

Dari hasil ini, lanjutnya, siswa-siswa Sutomo yang memperoleh medali akan ikut seleksi. Diharapkan mereka bisa meningkatkan prestasi dan menjadi utusan untuk Indonesia di tingkat internasional.

Peroleh medali ini, kata Khoe Tjok Tjin merupakan berita bagus dan akan segera dilaporkan kepada Kadis Pendidikan Kota Medan, Drs Marasutan Siregar,MPd.

“Kita sekolah akan memberi beasiswa selama setahun bagi yang memperoleh medali. Ini tradisi untuk memacu mereka terus belajar dan berprestasi. Sebelumnya para medali ini juga mendapat beasiswa dari Kemendikbud,” katanya.

Siswa Sutomo Raih Perunggu pada IOAA di Rumania

Posted in sma sutomo on Aug 18, 2014


Siswa kelas XII IPA 3, SMA Sutomo 1 Medan, Joandy Leonata Pratama meraih prestasi internasional dengan mendapatkan medali perunggu pada 8th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Suceava-Gura Humorului-Rumania yang diadakan 1-11 Agustus 2014.

Siswa Sutomo Raih Perunggu pada IOAA di Rumaniaclose

Siswa kelas XII IPA 3, SMA Sutomo 1 Medan, Joandy Leonata Pratama meraih prestasi internasional dengan mendapatkan medali perunggu pada 8th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Suceava-Gura Humorului-Rumania yang diadakan 1-11 Agustus 2014. Demikian Disampaikan Joandy Leonata Pratama didampingi Kepala SMA Sutomo 1, Ir Khoe Tjok Tjin di Sekolah, Jalan Letkol Martinus Lubis Medan, Jumat (15/8).

Dia menjelaskan, untuk meraih prestasi internasional ternyata tidak mudah. Harus meraih prestasi berjenjang seperti menjadi juara pada seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional. “Di tingkat nasional saya berada di posisi dua dari 5 orang terbaik dan semua mendapat medali emas pada OSN di Bandung tahun 2013 lalu,”katanya.

Joandy menceritakan, untuk menjadi duta Indonesia di kancah internasional ternyata tidak mudah. Setelah meraih peringkat 2 nasional, dirinya diundang untuk mengikuti seleksi tahap pertama. Dari 7 peserta, hanya dirinya yang mewakili Kota Medan dan Sumatera Utara. Sementara keenam lainnya berasal dari SMA Santa Usula dan SMA Negeri MH Thamrin Jakarta, SMA Negeri 4 Berau-Kalimantan Barat, SMAN 1 Plus Riau, SMA Negeri 1 Kudus, dan SMA Negeri 3 Malang. “Indonesia meraih 6 medali, 3 perak dan 3 perunggu serta satu honorable mention.

20140818063911140831875253f13d1f8f3ad1[1].jpg

Joandy Leonata Pratama mengaku dari ajang internasional tersebut, persaingan ketat antar negara terjadi, Rumania sebagai tuan rumah dan Iran merupakan negara yang memiliki prestasi banyak. Didukung dengan persiapan yang cukup lama. Sedangkan di Indonesia hanya beberapa bulan. Meski demikian dirinya bangga bisa berprestasi di ajang international.

Untuk melanjutkan pendidikan, dirinya akan melanjutkan pendidikan program studi sains materi di Jepang. Dia kepingin bisa membuat robot yang bisa menyembuhkan kanker. “Kita kepingin merubah dunia melalui ilmu pengetahuan. Saya kepingin melanjutkan ke Jepang,”ucap Loandy yang tahun 2015 juga akan mengikuti ajang IOAA yang akan dilaksanakan di Indonesia.

Beri Apresasi

Kepala SMA Sutomo 1, Ir. Khoe Tjok Tjin sangat mengapresiasi anak didiknya meraih prestasi internasional. Prestasi ini semakin menambah daftar siswa berprestasi di sekolah dan pihak sekolah memberikan beasiswa.

Prestasi di bidang akademik khususnya di ajang OSN memang menjadi perhatian serius sekolah. Dimana dibentuk tim khusus untuk menanganinya. Selain prestasi internasional, saat ini ada 10 siswa Sutomo 1 yang akan mengikuti OSN di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kesepuluh siswa tersebut yakni Freddy Kurniago (Kimia), Brian Yaputra, dan Toby Rufeo (astronomi), Leo Kurniawan dan Jesslyn Jane (Ekonomi), Kevin Goldio Utama dan Jeffrey (matematika), Ryan Eka Cahaya dan Bella Godiva (Fisika) dan Prabowo (computer). “Kita berharap anak-anak melakukan yang terbaik sehingga kembali bisa meraih medali,” harapnya.